Seperti cerita di postingan pertama saya, karena tanaman durian yang kurang terawat pengarap kebun kami memutuskan untuk mengerjakan sendiri karena saya setiap hari sabtu dan minggu pasti libur. Karena kerjaan utama saya adalah guru sehingga kalau setiap hari sabtu dan minggu pasti nganggur di rumah. Dari pada tak ada kerjaan maka saya memutuskan berkebun, dari situlah timbul ide untuk mencoba menanam pohon pepaya.
Tapi teman-teman jangan mengira ini perkebunan yang sangat luar biasa, tidak demikian karena awal ini saya baru belajar bertani untuk itu saya memang menyuruh orang untuk membuat lobang dulu tapi belum seperti ukuran pertanian yaitu 50 cm x 50 cm x 50 cm, pokoknya di bawah itu dan untuk pupuk kandang juga belum maksimal dan bibit juga tidak dari bibit pertanian yang harganya cukup mahal itu, bibit saya beli dari pasar tradisional seharga Rp. 3.000,- rupiah perbatangnya dan saya beli kira-kira 200 batang dari 200 batang itu bibit pepaya california ada 130 batang dan bibit pepaya Thailand ada 70 batang.
Awal penanaman adalah bulan Nopember akhir 2018 kemarin dan sewaktu penanaman awal karena masih jarang hujan saya dan mertua masih menyirami satu persatu sambil menyiram bibit durian yang mulai tumbuh bagus. Karena perawatan baru setengahnya saja tidak sesuai ajuran pertanian yang sesungguhnya kalau saat ini sudah mulai berbuah dan cukup lumayan, saya sebagai petani pemula sudah sangat bersyukur sama Allah karena saya merawatnya dari kecil bisa banyak yang tidak mati, paling-paling yang mati hanya 5 biji dan perkembangannya lumayan baik dan ketika sudah lihat berbunga saja udah merasa bahagia, apalagi sekarang sudah mulai berbuah dan tinggal nunggu 3 bulan lagi udah mulai bisa menjualnya itu suatu prestasi buat petani pemula seperti saya.
Ini saya video hasil jerih payah saya pada awal April 2019 yang lalu jadi sudah kira-kira 5 - 6 bulanan.
Kalau saya melihat ini, saya merasa bersyukur ternyata Allah masih memberi hasil dari jerih payah saya selama hampir 6 bulan ini, ternyata menjadi petani itu selalu bersyukur, di beri tanaman bisa tumbuh tidak mati , itu saja sudah bersyukur, berbunga belum jadi buah sudah bersyukur, apalagi diberi buah yang bisa dimakan apalagi di jual itu udah berkah yang luar biasa. Semoga tulisan atau blog saya ini bisa menginspirasi banyak teman-teman untuk menjadikan Indonesia semakin hijau karena banyak petani yang berkarya dengan hati bukan dengan ambisi.
Moto saya bertani : "Merawat tanaman itu seperti merawat bayi"
Komentar
Posting Komentar