Kira kira Januari 2017 yang lalu bapak mertua saya menanam sengon di bekas sawah yang tidak terlalu menghasilkan karena beberapa kali pengarapnya tidak dapat menghasilkan apa-apa kecuali kerugian karena memang waktu penanaman antara pemilik dan pengarap 50:50 jadi benih dan biaya tanam serta pupuk di tanggung bersama.
Setelah tahu seperti itu suatu hari saya sarankan untuk ditanami sengon saja, karena kita akan mengeluarkan biaya awal saja dan seterusnya tinggal merawatnya pada kira-kira sampai umur 2 tahun setelah itu tinggal nunggu hasilnya. Harga 1 pohon sengon salomon waktu itu adalah Rp. 5.000,- dan biaya penanaman per batang Rp. 1.000,-, waktu penanaman jumlah pohon 450 biji, sehingga kalkulasi uang yang di keluarkan Rp. 6.000,- x 450 = Rp. 2.700.000,-
Dan ketika bulan Juli sampai akhir Oktober 2017 kita lakukan penyiraman dari air sungai yang kita alirkan pakai selang, beli mesin pompa air dan selang 4 rol mungkin habis waktu itu hampir Rp. 2.000.000,- karena juga beli kabel listrik dari rumah sampai ke sungai, kenapa kami melakukan penyiraman hampir setiap minggunya secara bergilir karena sebagian besar pohon sengon yang masih berumur waktu itu 6 bulan banyak yang layu karena memang tak ada hujan sama sekali. dari sini saya paham bahwa hampir semua pertanian kalau ingin sukses adalah bisa mendapatkan air dengan mudah. Ini adalah hasil dari video saya yang saya ambil di bulan Maret 2019 dan waktu ini pohon sengon salomon ini udah berumur 2 tahun 3 bulan karena menanamnya bulan Januari 2017.
Saya juga baru berlatih bertani yang lain karena waktu itu saya lihat, pohon durian yang ditanam bapak mertua baru umur 6 bulan semuanya layu dan hampir mati, untuk itu saya putuskan untuk menyiram juga, untung sekali daerahnya dekat rumah warga jadi bisa memakai air sumur warga. Saat ini saya juga berkebun pepaya, cabe, terong dan masih banyak lagi. Karena gara-garanya cuma orang yang kami suruh mengerjakan tidak serius untuk merawat tanaman pokok yang kami inginkan, jadinya sekarang ini semuanya kami tangani sendiri, dan untuk saat ini yang sudah menghasilkan uang adalah tanaman pisang yang hampir setiap bulan pasti ada yang bisa kami jual ke pasar atau tetangga sebelah yang memang pedagang. Untuk video tanaman yang lain bisa saya tayangkan pada postingan berikutnya.
Moto saya bertani : "Merawat tumbuhan itu bagai kita merawat bayi"
Komentar
Posting Komentar